Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), peran guru telah berevolusi dari sekadar penyampai materi menjadi katalisator yang memberdayakan siswa. Guru Penggerak memegang peran sentral dalam proses ini, bertindak sebagai mentor dan fasilitator yang secara aktif Mendukung Eksplorasi Minat dan bakat unik setiap individu. Peran ini menuntut lebih dari sekadar mengajar di kelas; ini membutuhkan kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong risiko terukur, inisiatif, dan refleksi diri. Fokus utama dari Guru Penggerak adalah Mendukung Eksplorasi Minat siswa dengan memberikan sumber daya, koneksi, dan umpan balik yang konstruktif. Keberhasilan program kejuruan sangat bergantung pada komitmen guru dalam Mendukung Eksplorasi Minat dan bakat ini.
Salah satu cara efektif Guru Penggerak Mendukung Eksplorasi Minat adalah melalui program “Proyek Mentor Lintas Jurusan”. Di SMK Inovasi Digital, Jakarta, program ini diterapkan sejak Semester Ganjil tahun ajaran 2024/2025. Dalam program ini, setiap Guru Penggerak ditugaskan menjadi mentor bagi minimal lima siswa dari jurusan yang berbeda. Misalnya, Guru Penggerak dari jurusan Tata Boga menjadi mentor untuk siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang ingin mengeksplorasi pembuatan konten promosi makanan. Pertemuan mentoring ini dilakukan setiap Selasa pagi dari pukul 07:00 hingga 08:00.
Dampak dari pendekatan ini telah terukur. Sebuah laporan yang disusun oleh Tim Evaluasi Sekolah pada Desember 2024 mencatat bahwa siswa yang mengikuti program mentoring lintas jurusan menunjukkan peningkatan partisipasi dalam kegiatan non-kurikuler sebesar 45%. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya dorongan dan arahan yang personal dari mentor untuk mencoba hal baru di luar lingkup keahlian utama mereka. Laporan tersebut merekomendasikan agar program ini diteruskan dan diperluas.
Untuk melindungi kepentingan siswa selama proses eksplorasi yang melibatkan pihak luar (misalnya, magang singkat atau kunjungan industri), Guru Penggerak juga harus memastikan aspek legal dan keamanan. Kepala Sekolah bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota, Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas), Aipda Anton Simanjuntak, untuk memberikan pelatihan kepada seluruh Guru Penggerak pada Kamis, 15 Februari 2025. Pelatihan ini berfokus pada protokol pelaporan insiden di luar sekolah dan pentingnya memverifikasi kredibilitas mitra industri sebelum siswa diizinkan berinteraksi. Tanggal pelatihan ini dicatat sebagai upaya sekolah dalam memastikan bahwa dorongan eksplorasi bakat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap siswa.