Pertanyaan mengenai apakah vape lebih bahaya daripada rokok sering kali dijawab dengan penjelasan mengenai kandungan zat kimia yang ada di dalamnya. Meskipun tidak melalui proses pembakaran tembakau, cairan vape mengandung nikotin konsentrasi tinggi, logam berat, dan zat perasa yang jika dipanaskan dapat berubah menjadi senyawa beracun. Bagi siswa sekolah menengah yang organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan, paparan zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru secara permanen dalam waktu yang jauh lebih singkat. Nikotin juga merupakan zat adiktif yang sangat kuat, yang dapat mengganggu perkembangan bagian otak yang bertanggung jawab atas pengendalian diri dan konsentrasi belajar.
Pihak sekolah menyikapi fenomena ini dengan memberikan edukasi tegas yang tidak hanya sekadar melarang, tetapi juga memberikan pemahaman logis dan medis. Melalui seminar kesehatan yang melibatkan tenaga ahli, siswa diberikan gambaran nyata mengenai bagaimana uap vape dapat mengendap dan merusak kantung udara di paru-paru. Kampanye ini bertujuan untuk membongkar mitos-mitos kecantikan vape yang sering dipasarkan melalui media sosial. Edukasi yang jujur dan berbasis data ilmiah diharapkan mampu memberikan benteng pertahanan bagi siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan teman sebaya yang menganggap penggunaan vape sebagai bagian dari identitas modern yang keren.
Kebijakan yang diterapkan di SMK Mandiri Berkah mencakup pengawasan ketat dan sanksi yang bersifat mendidik bagi siswa yang kedapatan membawa atau menggunakan perangkat tersebut. Namun, sisi bimbingan konseling tetap dikedepankan untuk membantu siswa yang sudah terlanjur mengalami kecanduan. Sekolah memahami bahwa kecanduan nikotin memerlukan penanganan yang empatik agar siswa mau berubah atas kesadaran sendiri. Dengan menyediakan ruang konsultasi yang aman, sekolah berusaha mengidentifikasi akar permasalahan mengapa siswa mulai mencoba zat adiktif tersebut, apakah karena stres akademik, pengaruh lingkungan, atau sekadar rasa ingin tahu yang tidak terarah.
Keterlibatan orang tua juga menjadi kunci utama dalam memutus rantai penggunaan vape di kalangan remaja. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak mereka telah menggunakan vape karena desain perangkatnya yang sering kali menyerupai benda sehari-hari seperti alat tulis atau memori komputer. Melalui pertemuan berkala, sekolah memberikan informasi kepada wali murid mengenai cara mengenali tanda-tanda penggunaan vape dan perubahan perilaku anak yang perlu diwaspadai. Komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua di rumah akan sangat membantu dalam mencegah anak mencari pelarian pada zat-zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan masa depan mereka.